About Me

Nama : Wiwiek Dewi Anggraeni

Nrp : G64070048

Ttl : Bandung/13 juni 1989

Tinggi Badan :160 Cm

Berat Badan :50Kg

Jenis Kelamin : Perempuan

Status : Belum menikah

Kewarganegaraan:Indonesia

Agama : Islam

Hobi : Baca AL-Quran, Menulis, Coding, Design Rumah,

E-mail : Wie_ilkom44@yahoo.com

Cita-cita : S2 di tokyo university Japan social or politic, menjadi ibu negara, dan naik haji bersama keluarga besar

Aku senang memiliki keluarga seperti saat ini,
seorang ayah yg rajin ibadah, sering ke mesjid, sering mengaji, mungkin dahulu sering menggerutu ketika imam membaca bacaan surat yg sangat panjang, tp sekarang beliau begitu menikmati solatnya,subhanaallah perubahan yg baik. Ia tak pernah letih bekerja, dalam kondisi libur pun ia sempatkan tuk lembur. Terkadang kasian melihatnya seperti itu, dan aku hanya bisa diam dirumah. Semua yg ia lakukan memang semata2 karena ALLAH, tp uang yg didapatkan untuk menafkahi keluarganya.. Ketika marah, ia tak pernah memainkan tanganny, ia adalah sosok ayah idaman, padahal ia asli org sumatera yg konon katanya perangainya sangat kasar, berbeda sekali dng ayahku yg ketika marah ia selalu mengajak berdiskusi dan memberikan solusi apa sebaiknya yg harus dilakukan saat anak2nya berbuat salah. Aku sering memanggilnya papah..
Tak kalah hebat, seorang wanita karir yg berusaha membantu suami mencari nafkah, lokasi pekerjaanpun sama dengan ayahku dipertamina UP VI BALONGAN INDRAMAYU. Setiap pagi sebelum bekerja, ia selalu menyempatkan diri menyiapkan sarapan tuk anak2nya. Seorang ibu yg luar biasa. Kata siapa wanita karir tidak dpt mengurus keluarga dng baik? Buktinya ibu aku bisa membagi waktunya tuk keluarga n pekerjaan.. Tak perlu lg menghabiskan waktu tuk bergosip dng tetangga dan menonton sinetron dirumah seperti kebanyakan ibu2 rumah tangga zaman sekarang. Namanya juga ibu2,kadang marahnya ibu sering membuatku takut,memang tak pernah main tangan tp kata2ny menyakitkan,kapok kalau melakukan hal2 yg salah. Aku sering memanggilnya mamah.
Meskipun ortu kami bukan berasal dari golongan ustadz n ustadzah, tp mereka selalu mengajarkan kami agama, kebaikan, dan norma. Ayah yg mengumandangkan adzan ditelinga saat aku terlahir, ayah n ibu yg pertamakali mengajariku solat dan mengaji, serta hal2 kebaikanlainya..
Satu lg yg tak kulupakan aku dkaruniai seorang adik laki2 yg baik hati, peduli, slu ngjagain kakaknya, nurut sama ortu, dan cerdas dlm bidang bhs asing. Umurny sekarang 15tahun beda sekitar 5tahun dngku. Namanya Reza pahlevi, dulu ketika msh kecil sering bgt berantem,, dan pipiny yg tembeb sering jd sasaran yg empuk tuk dicubit,hehe Tp ketika aku dibogor,kuliah dsni tak pernah lg berantem, lebih sering curhat ditelpon.. Adik dan kakak yg aneh memang. Aku sangat sayang keluarga. Hanya ingin membahagiakannya dng prestasi dan pekerjaan yg kudapat dkampus tercinta institut pertanian bogor.